JAKARTA. Real Madrid U-15 secara resmi menunjuk putra asli Indonesia yang berkualitas internasional sebagai kapten tim. Ia bernama Muhammad Daffa Imran, yang tidak lain merupakan pemain hasil didikan Imran Soccer Academy (ISA). Karakteristik Daffa yaitu lentur, kuat, punya daya jelajah tinggi dalam menguasai bola dan memiliki keputusan mandiri yang cerdas.
Prestasi Daffa bersama ISA, diperolehnya ketika bermain Kanga Cup Australia. Karenanya di turnamen tersebut, ISA tampil menjadi runner up. Ia pun berbagi cerita tentang kebahagiaannya ketika memperoleh sepatu second alias bekas Irfan Bachdim saat menjadi runner up Piala AFC. Katanya sepatu itu diperolehnya dengan cara tak terduga.
“Saya senang dan bahagia sekali mendapatkan sepatu itu. Ini bisa memotivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” tutur Daffa yang memiliki favorit dengan makanan fast food.
Bahkan Daffa langsung terpilih saat ajang pencarian pemain berbakat Club de Meteeoor Amsterdam, Belanda. Sebab, ia memiliki kemampuan keeping bola yang lebih baik dibanding mayoritas peserta lain. Daffa pun bergabung di klub tersebut pada 2013. Kemudian pada 2014, ia terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Real Madrid U-15.
Siapa yang tidak mengetahui klub terkaya Real Madrid? Angan-angan menjadi pemain top di tim berjuluk Los Blancos (tim putih) itu sudah dibuktikan Daffa untuk memotivasi pesepakbola muda di kancah sepak bola nasional dari ratusan juta anak Indonesia yang memimpikannya. Apalagi mengenakan ban kapten.
"Jelas saya bangga menjadi kapten Real Madrid. Untuk itu, saya akan berusaha bertahan di sana demi semua yang saya impikan. Soalnya, karir saya ini berasal dari restu dan dukungan orangtua. Maka dari itu, saya harus bisa menjaga apa yang sudah saya dapatkan sekarang,” kata Daffa yang suka dengan buah rambutan itu.
Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuh yang memiliki tinggi 175 cm, ia tanpa lelah bisa menguasai lapangan sepak bola berkali-kali. Meskipun usianya masih 15 tahun, secara profesional Imran berhasil mengambil hati pelatih. Bahkan ia kerap dipinjamkan ke level yang lebih tinggi, yakni Real Madrid U-17.
Selain kehebatannya dalam lapangan hijau, Daffa pun memiliki sifat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat berbakti pada kedua orangtua. Hal itu dikarenakan pendidikan dari kedua orangtuanya yang selalu memberikan pelajaran yang menginsirasi. Oleh karena itu, Indonesia patut memberikan penghargaan kepada anak ajaib itu.
Tanpa kompromi, Daffa setiap hari harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju pemusatan latihan. “Di sini latihannya setiap Senin sampai dengan Kamis. Lalu setiap hari Minggu biasanya tim melakukan uji coba,” jelas Daffa.
Mental Daffa yang kuat di dalam maupun diluar lapangan di usia yang belia itu terbukti ketika harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Ia diketahui tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat berlatih. Daffa pun harus melakukan pekerjaan rumah sendiri selayaknya hidup berrumah tangga.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal. Kemudian ia mengeyam pendidikan sepak bola di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terampil mengolah bola di Akademi tersebut.
Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Jakarta itu pun memiliki karakteristik menonjol. ”Dia berani main keras. Visi misi bermainnya pun ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus diasah,” terang Pelatih ISA, Sarmin.
Pin BB : 290D1DEF
Sms : +62 87885186313
YM :agenbolapacific77@yahoo.co.id
YM :agenbola1pacific77@yahoo.co.id
Agen bola, agen casino, Agen Judi Online Terpercaya 338a,Bandar bola, berita bola, ibcbet, info bola, Poker Online,prediksi bola, sbobet, tangkas, taruhan bola, togel, Toto Online, Ubobet
REAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
REAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpufREAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub
Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun
(U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama
Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan
disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang
tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang
sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan
singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry
massengernya.
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
REAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL
Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub
yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan
bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng
tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak
Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian
penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran
Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real
Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul
dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah.
Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam
lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama
dan juga sangat berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan
pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir dari pasangan HM Zuchli Imran
Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah
seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli
akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya
mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS
dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada
tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah
bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola
ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil
didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik
menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam
menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga
sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa
bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa
lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar
kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam
jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha
Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner
Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih
mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam
turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim
Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi
pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup
Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up.
Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih
dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa.
Daffa bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa
terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak
Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu
juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki
mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia
yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari
orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia
berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya
hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika,
membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan
menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi
tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih
menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh
perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah
tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan
Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa.
Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas
pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC
“Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha
menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki
karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah
tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai
gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia
15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu
berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang masih 15 tahun, Daffa
Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya
di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf

No comments :
Post a Comment