Popular Posts

Monday, March 2, 2015

Muhammad Daffa Imran, seorang anak indonesia yang berumur 15 tahun menjadi kapten Real Madrid ( U-15 )


JAKARTA. Real Madrid U-15 secara resmi menunjuk putra asli Indonesia yang berkualitas internasional sebagai kapten tim. Ia bernama Muhammad Daffa Imran, yang tidak lain merupakan pemain hasil didikan Imran Soccer Academy (ISA). Karakteristik Daffa yaitu lentur, kuat, punya daya jelajah tinggi dalam menguasai bola dan memiliki keputusan mandiri yang cerdas.
Prestasi Daffa bersama ISA, diperolehnya ketika bermain Kanga Cup Australia. Karenanya di turnamen tersebut, ISA tampil menjadi runner up. Ia pun berbagi cerita tentang kebahagiaannya ketika memperoleh sepatu second alias bekas Irfan Bachdim saat menjadi runner up Piala AFC. Katanya sepatu itu diperolehnya dengan cara tak terduga.
“Saya senang dan bahagia sekali mendapatkan sepatu itu. Ini bisa memotivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” tutur Daffa yang memiliki favorit dengan makanan fast food.
Bahkan Daffa langsung terpilih saat ajang pencarian pemain berbakat Club de Meteeoor Amsterdam, Belanda. Sebab, ia memiliki kemampuan keeping bola yang lebih baik dibanding mayoritas peserta lain. Daffa pun bergabung di klub tersebut pada 2013. Kemudian pada 2014, ia terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Real Madrid U-15.
Siapa yang tidak mengetahui klub terkaya Real Madrid? Angan-angan menjadi pemain top di tim berjuluk Los Blancos (tim putih) itu sudah dibuktikan Daffa untuk memotivasi pesepakbola muda di kancah sepak bola nasional dari ratusan juta anak Indonesia yang memimpikannya. Apalagi mengenakan ban kapten.
"Jelas saya bangga menjadi kapten Real Madrid. Untuk itu, saya akan berusaha bertahan di sana demi semua yang saya impikan. Soalnya, karir saya ini berasal dari restu dan dukungan orangtua. Maka dari itu, saya harus bisa menjaga apa yang sudah saya dapatkan sekarang,” kata Daffa yang suka dengan buah rambutan itu.
Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuh yang memiliki tinggi 175 cm, ia tanpa lelah bisa menguasai lapangan sepak bola berkali-kali. Meskipun usianya masih 15 tahun, secara profesional Imran berhasil mengambil hati pelatih. Bahkan ia kerap dipinjamkan ke level yang lebih tinggi, yakni Real Madrid U-17.
Selain kehebatannya dalam lapangan hijau, Daffa pun memiliki sifat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat berbakti pada kedua orangtua. Hal itu dikarenakan pendidikan dari kedua orangtuanya yang selalu memberikan pelajaran yang menginsirasi. Oleh karena itu, Indonesia patut memberikan penghargaan kepada anak ajaib itu.
Tanpa kompromi, Daffa setiap hari harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju pemusatan latihan. “Di sini latihannya setiap Senin sampai dengan Kamis. Lalu setiap hari Minggu biasanya tim melakukan uji coba,” jelas Daffa.
Mental Daffa yang kuat di dalam maupun diluar lapangan di usia yang belia itu terbukti ketika harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Ia diketahui tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat berlatih. Daffa pun harus melakukan pekerjaan rumah sendiri selayaknya hidup berrumah tangga.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal. Kemudian ia mengeyam pendidikan sepak bola di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terampil mengolah bola di Akademi tersebut.
Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Jakarta itu pun memiliki karakteristik menonjol. ”Dia berani main keras. Visi misi bermainnya pun ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus diasah,” terang Pelatih ISA, Sarmin.


Pin BB : 290D1DEF
Sms : +62 87885186313
YM :agenbolapacific77@yahoo.co.id
YM :agenbola1pacific77@yahoo.co.id

Agen bola, agen casino, Agen Judi Online Terpercaya 338a,Bandar bola, berita bola, ibcbet, info bola, Poker Online,prediksi bola, sbobet, tangkas, taruhan bola, togel, Toto Online, Ubobet

REAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpufREAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
 
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf
REAL Madrid, Chelsea, Juventus, dan Liverpool merupakan beberapa nama klub yang mentereng yang ada di dunia. Seluruh pecinta sepak bola di belahan bumi ini semua mengetahui nama-nama klub profesional yang mentereng tersebut. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Dari ratusan juta anak Indonesia, banyak yang memimpikan bisa sekolah dan menjadi bagian penting dari klub besar di planet bumi ini.
Namun ternyata ada satu anak bangsa yang sedang menimba ilmu di klub Real Madrid. Tim terkaya di dunia itu ternyata di kelompok umur 15 tahun (U-15) kaptennya berasal dari anak bangsa Indonesia. Dia bernama Muhammad Daffa Imran. "Saya bangga dan saya akan berusaha bertahan disini demi semua yang saya impikan. Yang paling utama tentu restu orang tua dan dukungan orang tua. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan,” ujar Daffa-panggilan singkat Daffa Imran- kepada www.indopos.co.id lewat pesan blakcberry massengernya.
Daffa merupakan pemain jebolan sekolah sepak bola tanah air Imran Soccer Academy (ISA). Siapa anak yang dipercaya menjadi kapten Real Madrid U-15 itu ? Muhammad Daffa Imran adalah salah satu bibit unggul dalam pesepakbolaan Indonesia yang harus terus digali dan diasah. Indonesia harus bersyukur memilikinya. Selain kepiawaiannya dalam lapangan hijau, Daffa juga terkenal sangat nasionalis, taat pada agama dan juga sangat  berbakti pada orangtua.Muhammad Daffa Imran dilahirkan pada tanggal 18 Agustus 1999, yang lahir  dari pasangan HM Zuchli Imran Putra SH MH dengan Hj Nurhaidah. Ayahnya yang dipanggil Abi adalah seorang advokat yang juga gila bola yang sangat mendukung dan peduli akan bakat Daffa Imran yang sangat ingin menjadi pesepakbola handal.
Daffa mulai mengenal sepakbola sejak berusia 10 tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di MS Futsal, terus kemudian berlatih di SSB MBSS dengan Inyong Lolombulan sebagai pelatihnya. Saat ISA berdiri pada tanggal 1 Januari 2012, Daffa pun semakin terasah keterampilan mengolah bolanya di Akademi tersebut. ” Tidak ada paksaan dalam mencintai bola ini mas,” kata pria berparas manis dan tampan itu. Anak hasil didikan sekolah SMA 8 Bekasi, Jawa Barat itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. ”Dia berani main keras, visi misinya ada. Pemain ini bisa besar kalau mentalnya juga terus kuat,”kata Pelatih ISA, Sarmin.
Ketika PSSI mencari bibit unggul ke daerah, Daffa pun masuk kedalam jaringannya. Kala itu Daffa langsung didaulat masuk dalam Timnas Yamaha Indonesia pada tahun 2011 di Thailand dan timnya tampil sebagai Runner Up. Tahun 2012, pemain yang sangat mencintai ibunya itu terpilih mewakili Indonesia di Santiago Bernabeu dalam Piala Danone 2011. Dalam turnamen itu, Daffa Imran menjadi pencetak gol terbanyak dari semua tim Indonesia yang berlaga. Di tahun yang sama Daffa Imran terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-12 mengikuti sebuah turnamen di Jepang.
Prestasinya bersama ISA juga diperoleh saat bermain Kanga Cup Australia. di Turnamen tersebut, ISA tampil menjadi Runner Up. Kepiawaiannya dalam menggiring bola membuat Daffa kemudian terpilih dalam ajang pencarian bakat pemain Club de meteeoor Amsterdam Belandsa. Daffa  bergabung di klub tersebut pada tahun 2013. Tahun 2014 , Daffa terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang berlatih di Reak Madrid U15.
Pemain yang selalu mematikan semua alat komunikasinya saat latihan itu juga merupakan sosok yang religius sekaligus nasionalis. Ia memiliki mental yang kuat didalam dan diluar lapangan. Ini terbukti dengan diusia yang relatif masih belia, harus berpisah ribuan kilometer dari orangtuanya. Tinggal di salah satu apartemen di dekat tempat dia berlatih, Daffa Imran harus membereskan semua urusan sendiri layaknya hidup berumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, setrika, membersihkan kamar harus dilakukannya sendiri disela sela latihan dan menempuh pendidikan. Sikapnya ini yang akan membuat mentalnya menjadi tertempa. kemandirian dan jiwa kepemimpinannya ang membuatnya terpilih menjadi Kapten Tim U15 Real Madrid.
Pria yang gemar dengan makanan fast food itu setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan menggunakan kereta metro bawah tanah menuju tempat latihan. “Disini latihan setiap Senin sampai dengan Kamis, kemudian setiap hari Minggu melakukan ujicoba,” tulis Daffa. Kebahagiaannya diperoleh saat tanpa diduga duga mendapatkan sepatu bekas pakai Irfan Bachdim, pemain idolanya saat menjadi Runner Up Piala AFC “Senang dan bahagia sekali, menjadi motivasi saya untuk terus berusaha menjadi pesepakbola handal,” katanya.
Pemain yang suka dengan buah asal Indonesia yakni rambutan itu memiliki karakteristik menonjol yaitu lincah, kuat ,tangkas dan berdaya jelajah tinggi dalam menggiring bola. Tenaga Daffa yang kala itu sebagai gelandang juga sangat kuat. Dengan tubuhnya yang tinggi (175 cm) diusia 15 tahun, Daffa bisa menjelajahi lapangan sepakbola seluas itu berkali-kali tanpa lelah. Dengan usianya yang  masih 15 tahun, Daffa Imran berhasil memikat hati pelatih dan selalu meminjam dan memainkannya di level yang lebih tinggi, Rea Madrid U17.(lis)
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/02/kapten-real-madrid-u-15-daffa-imran-dan-mimpi-anak-anak-indonesia.html#sthash.256I2Bc1.dpuf

No comments :

Post a Comment